Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui bahwa proses penempatan lurah memang tidak sederhana. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit aparatur sipil negara (ASN) yang enggan ditempatkan sebagai lurah.
“Menaruh lurah ini memang cukup rumit. Ternyata banyak yang tidak mau dijadikan lurah. Saya juga bingung alasannya,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina.
Meski demikian, Agustina memastikan bahwa BKPP telah mengantongi nama-nama calon lurah dan telah mengirimkannya ke BKN. Saat ini, Pemkot Semarang tinggal menunggu tahapan pelantikan.
“BKPP sudah memegang nama-namanya dan dikirim ke BKN. Jadi nanti tinggal menunggu pelantikan,” pungkasnya.***












