Menurutnya, penanganan awal telah dilakukan secara sigap oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga dinas teknis terkait.
Bantuan darurat berupa sembako, selimut, dan terpal telah disalurkan sejak hari kejadian, sementara penanganan pohon tumbang dilakukan secara gotong royong oleh petugas dan warga.
Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam mempercepat proses penanganan bencana.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta BPBD berperan dalam penanganan fisik, sementara Dinas Sosial fokus pada pemulihan dampak sosial.
“Perkim, PU, dan BPBD menjadi ujung tombak penanganan fisik. Setelah itu, Dinas Sosial segera menyelesaikan persoalan sosial yang timbul akibat bencana,” tegasnya.












