Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Semarang periode 2026–2030, Arif Rahman, menyampaikan bahwa organisasinya telah menjalankan sejumlah program di bidang ketahanan pangan.
Di antaranya melalui panen raya jagung di Kecamatan Mijen serta penebaran sekitar 40.000 benih ikan nila di kolam Sumurejo, Kecamatan Gunungpati.
Menurut Arif, program ketahanan pangan ke depan akan terus dikembangkan agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Semarang, GP Ansor berencana memperluas program tersebut hingga ke sektor pengolahan hasil, inovasi pascapanen, serta pemasaran.
“Sesuai harapan Bu Wali, kegiatan ketahanan pangan tidak cukup berhenti pada penanaman dan panen. GP Ansor akan membuat inovasi dari produksi hingga pemasaran supaya perputaran ekonomi warga berjalan lebih baik,” ujar Arif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya GP Ansor Kota Semarang untuk menjadikan program ketahanan pangan tidak sekadar menghasilkan produk, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.












