“Kami ingin menjalin silaturahmi yang lebih mendalam dan lebih sering. Ke depan, tidak hanya lurah dan camat yang sowan, tetapi juga perangkat daerah terkait, termasuk dari bidang kesejahteraan rakyat dan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kota Semarang tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah MTQ Nasional ke-31.
Menurutnya, peran ulama sangat krusial dalam memberikan arahan agar penyelenggaraan kegiatan berjalan sesuai nilai-nilai keagamaan.
“Sebagai pemerintah, kami sudah berupaya mempersiapkan sebaik mungkin. Namun kami menyadari masih membutuhkan banyak arahan. Karena itu kami nyuwun petunjuk, dukungan, dan nasihat dari para kiai,” katanya.
Agustina mengungkapkan, ajang MTQ Nasional tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 11.000 peserta dan pendamping dari seluruh Indonesia.
Kehadiran ribuan tamu ini dinilai berpotensi mendorong pergerakan ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga transportasi.












