Selain mengandalkan nomor tandem, Kota Semarang juga memiliki peluang melalui nomor lintas alam. Salah satu atlet andalan, Nanang Indardi, dipersiapkan untuk bersaing pada nomor open distance.
Tantangan Regenerasi Atlet
Di balik optimisme mengejar medali, cabang olahraga paralayang juga menghadapi tantangan tersendiri, terutama dalam menyiapkan regenerasi atlet.
Yunus menilai pembinaan atlet paralayang tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu, pengalaman terbang, serta proses latihan yang berkelanjutan untuk membentuk atlet yang mampu bersaing di tingkat kompetisi.
Ia juga menyoroti penerapan pembatasan kuota nomor pertandingan bagi atlet melalui sistem Si Sakti KONI Jawa Tengah.
Menurutnya, ketentuan maksimal tiga nomor untuk setiap atlet perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing cabang olahraga.
“Untuk Kota Semarang ada tiga atlet di Kelas A. Regenerasi di paralayang itu tidak mudah. Batasan satu atlet maksimal tiga nomor di Si Sakti sebenarnya kurang ideal untuk cabor yang regenerasinya sulit seperti paralayang,” ungkapnya.












