Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat lintas agama, hingga jajaran Forkopimda, menjadi bukti kuatnya nilai toleransi di Kota Semarang.
“Ini menunjukkan bahwa Semarang adalah kota yang menjunjung tinggi kerukunan dan kebersamaan,” tambahnya.
Usai salat, warga diberi kesempatan untuk bersilaturahmi langsung dengan Wali Kota Semarang, Wakil Wali Kota Semarang, serta jajaran Pemerintah Kota Semarang.
Suasana semakin akrab dengan adanya sajian santap pagi sederhana yang disediakan bagi para jamaah.
Di tengah perayaan Lebaran, Agustina memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal meskipun sebagian aparatur menerapkan sistem kerja fleksibel.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap kami buka sesuai jadwal. Kami siap melayani kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat maupun para pemudik untuk memanfaatkan momen libur Lebaran dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata di Semarang, seperti kawasan Kota Lama dan Lawang Sewu yang tetap beroperasi.












