Pengamanan selama periode Lebaran juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat TNI, kepolisian, organisasi kemasyarakatan, hingga posko mandiri yang didirikan warga. Kolaborasi ini dinilai efektif dalam mengantisipasi potensi gangguan di lapangan.
Pemantauan lalu lintas dilakukan secara intensif melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS) serta pengaturan langsung oleh petugas di titik-titik strategis.
Dampak kebijakan one way nasional sempat meningkatkan volume kendaraan di sejumlah simpang utama seperti kawasan Kaligarang dan Sam Poo Kong, namun kondisi tetap terkendali berkat rekayasa lalu lintas.
Selain jalur utama, perhatian juga difokuskan pada kawasan wisata dan pusat oleh-oleh yang ramai dikunjungi pemudik, seperti Lawang Sewu, Simpang Lima, Pandanaran, serta kawasan Kota Lama.
Pemerintah Kota Semarang mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima.












