Selain jalur dalam kita, potensi kepadatan kuga diperkirakan terjadi di sejumlah simpul transportasi seperti Kawasan Gerbang Tol Kalikangkung, Stasiun hingga Bandara.
Sementara di jalur arteri potensi kepadatan diperkirakan terjadi di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan hingga kawasan Gombel, Simpang Kariyadi, Panularsih hingga Kalibanteng.
“Penumpukan kepadatan kendaraan pemudik biasanya mulai terjadi sebelum hari H lebaran, hari H dan masa arus balik,” ungkapnya.
Menurut Danang, Kota Semarang menjadi salah satu kota jujugan dan sebagai kota transit.
“Selain melintas, pemudik juga makan disini, sehingga mulai pusat perbelanjaan, tempat makan, itu sudah termonitor oleh kami,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Dishub telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berbasis sistem pemantauan digital melalui Area Traffic Control System (ATCS). Melalui sistem ini pengaturan lampu lalu lintas dapat disesuaikan secara real tume guna mengurai penumpukan kendaraan tanpa harus mengerahkan petugas secara manual di lapangan.












