BeritaRegional

Belajar dari Air, Kota Semarang Bertransformasi Hadapi Banjir

336
×

Belajar dari Air, Kota Semarang Bertransformasi Hadapi Banjir

Sebarkan artikel ini

Strategi ke dua adalah sinergi cerdas antara menampung dan memompa.

1. Polder : Si Penampung Sabar. Pengerukan puluhan “umpung-umpung” (waduk mini) adalah upaya meningkatkan daya tampung kota. Ini ibarat menyediakan lebih banyak “ember” raksasa di titik-titik rendah.

Fungsi fisikanya sederhana namun krusial, menahan air sementara, mengurangi beban yang langsung menuju saluran utama.

Dalam bahasa energi, air yang ditampung ini menyimpan “energi diam”. Dengan menahannya, kita mencegah “energi gerak” yang bisa menyebabkan banjir bandang di hilir.

2. Pompa : Si Pekerja Keras. Di sinilah 220 unit pompa berperan. Jika polder adalah penampung pasif, pompa adalah aksi aktif.

Tugasnya jelas, memindahkan air dari daerah rendah (yang sudah ditampung polder) ke saluran besar atau langsung ke laut.

Penambahan dan penempatan pompa di titik rawan seperti Tawang Mas dan Peterongan memastikan proses pemindahan ini lebih cepat dan efisien, mengurangi waktu genangan.