“Kita ada 280 ribu orang yang mendapatkan layanan UHC, kalau sakit di Kota Semarang, itu berarti pergi saja ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat. Yang tidak punya asuransi atau terlambat membayar BPJS akan di-cover oleh Pemerintah Kota Semarang,” tegasnya.
Selain kesehatan, ia juga memaparkan rencana peningkatan jumlah sekolah gratis serta inovasi di sektor transportasi publik pada tahun mendatang.
“Transportasi kita akan mulai percobaan satu jalur dengan bis listrik di tahun 2026, dan para pekerja rentan serta guru dengan gaji kecil nanti kalau naik BRT tiketnya hanya seribu rupiah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Semarang juga meluncurkan Calendar of Event tahun 2026 untuk mendorong pertumbuhan pariwisata seiring bertambahnya rute penerbangan internasional di Bandara Ahmad Yani.
“Semarang akan menjadi tujuan dari penerbangan internasional banyak sekali, artinya pariwisata semakin besar, berarti calendar of event nya harus ditambah banyak,” kata Agustina.












