Dengan kondisi seperti ini, selain kesehatan fisik juga berdampak pada kesehatan mental, penyakit kulit, hingga kardiovaskular. Menurutnya, banyak pasien yang mengalami lonjakan tekanan darah maupun kadar gula akibat kombinasi cuaca panas dan pola konsumsi yang tidak sehat.
“Ada yang tiba-tiba tekanan darahnya melonjak tinggi atau kadar gulanya naik drastis karena tubuh kekurangan cairan dan konsumsi garam atau gula yang berlebihan,” tuturnya.
Selain itu, Dinkes mencatat peningkatan risiko penyakit tular vektor seperti demam berdarah (DBD). Dari hasil penelitian di Kota Semarang, saat suhu tinggi, populasi nyamuk memang berkurang, namun daya infeksi virus dengue meningkat.
“Pada suhu panas, nyamuk bisa jadi lebih sedikit, tetapi daya gigit dan kandungan virus dalam tubuhnya lebih tinggi. Ini membuat kasus DBD cenderung lebih berat,”paparnya.












