Dalam skema baru SPMB 2026, siswa dari keluarga mampu tetap memiliki dua pilihan sekolah negeri. Sementara bagi siswa dari keluarga kurang mampu, akan tersedia tambahan satu pilihan sekolah swasta gratis yang masuk dalam sistem seleksi.
“Jadi anak yang mampu hanya akan ada dua pilihan sekolah negeri. Tetapi untuk anak tidak mampu akan ada tambahan satu sekolah swasta gratis yang masuk dalam pilihan sistem,” ujarnya.
Lebih lanjut Ahsan menjelaskan, jika siswa dari keluarga tidak mampu tidak diterima di dua pilihan sekolah negeri, maka mereka masih memiliki pilihan ketiga berupa sekolah swasta gratis yang akan disesuaikan dengan domisili tempat tinggal calon murid.
“Ini yang baru pada SPMB 2026. Sistem domisili juga masih tetap ada dalam SPMB 2026,” kata dia.
Saat ini, Pemerintah Kota Semarang telah bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan swasta yang menyediakan program sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu. Ada 133 sekolah swasta gratis mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP yang mendapatkan dukungan dana hibah dari Pemkot Semarang. Untuk memastikan kebijakan tersebut tepat sasaran, data siswa dari keluarga kurang mampu telah dipadankan dengan data milik Dinas Sosial Kota Semarang.












