“Artikel ilmiah bukan sekadar versi singkat dari skripsi atau tesis. Penulis perlu mampu menemukan pesan utama penelitian, membangun argumentasi ilmiah yang kuat, serta menunjukkan kontribusi temuan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses mengubah tugas akhir menjadi artikel jurnal membutuhkan strategi yang tepat.
Tahapan tersebut meliputi penentuan fokus penelitian, identifikasi kebaruan atau novelty, penyusunan argumentasi ilmiah, hingga pemilihan jurnal yang sesuai dengan topik dan kualitas penelitian.
Menurut Mita, kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian melalui artikel ilmiah merupakan aspek penting dalam mendukung peningkatan kualitas publikasi dan reputasi akademik perguruan tinggi.
Keterlibatan dosen FTP USM dalam program WCU Postdoctoral Undip juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta mengembangkan budaya akademik yang berorientasi pada standar internasional.












