Masing-masing pompa memiliki kapasitas 2.000 liter per detik dan dijalankan secara non-stop untuk mengendalikan potensi genangan air dari wilayah hulu.
Sementara itu, Rumah Pompa Sringin mengoperasikan lima unit pompa dengan total debit 10.000 liter per detik, dengan kapasitas yang sama per unit.
Pengoperasian pompa Sringin difokuskan untuk mencegah limpasan air yang berpotensi mengganggu Jalan Raya Kaligawe sebagai jalur nasional Pantura dengan arus lalu lintas tinggi.
Selain pengoperasian pompa, DPU Kota Semarang bersama BBWS Pamali Juana juga melakukan pengerukan sedimen di sejumlah titik strategis.
“Ada upaya kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang dengan BBWS Pamali Juana dalam hal kita melakukan pengerukan bersama saluran di sepanjang Jalan Kaligawe, saluran di sisi selatan Jalan Kaligawe,” jelas Suwarto.
Pihaknya menyampaikan jika kegiatan pengerukan tersebut telah berjalan sekitar satu bulan dengan mengerahkan alat berat dari DPU dan BBWS, didukung armada dump truk.












