Intervensi yang konsisten ini mulai menunjukkan dampak nyata pada harga komoditas hortikultura di pasar tradisional.
Wali Kota Semarang juga memaparkan bahwa harga cabai yang sempat melambung di angka Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram, kini berhasil ditekan ke level Rp75.000 per kilogram melalui strategi potong jalur distribusi langsung ke produsen.
“Harapan kami ini terus dilakukan sehingga harga sembakonya stabil. Fluktuasi harga yang mempengaruhi inflasi di kota Semarang itu terjadi sepanjang tahun, bukan hanya jelang Lebaran,” tuturnya.
“Maka dari itu, Satgas Pangan tidak pernah berhenti bergerak. Kami ingin masyarakat merasa tenang karena pemerintah hadir mengawal ketersediaan barang di pasar,” imbuhnya.
Agustina menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka inflasi hingga 2,1 persen di akhir tahun lalu menjadi motivasi untuk terus menjaga daya beli masyarakat.












