Ia berharap mars ciptaannya mampu memberi semangat kepada seluruh peserta MTQ dari berbagai daerah di Indonesia.
“Harapannya lagu itu bisa menginspirasi banyak orang, terutama menyemangati peserta MTQ seluruh Indonesia. Dengan mendengarkan lagu itu, peserta bisa semangat menebar kebaikan di muka bumi sesuai temanya,” imbuhnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, menyebut lomba cipta lagu tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas syiar Al-Qur’an melalui pendekatan seni dan kreativitas.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi antara dakwah dan seni untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan membangun.
“Kementerian Agama berharap, ke depan semakin banyak karya kreatif yang lahir dari masyarakat untuk mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan membangun,” kata Abu Rokhmad.












