“Hari ini kita dikumpulkan ramah-tamah oleh beliau, Mas Kukrit, dan bisa bertemu dengan seluruh lintas agama, lintas suku, lintas komunitas. Untuk membangun persepsi yang selaras untuk Semarang Damai,” lanjutnya.
Agustina juga menyampaikan bahwa Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa menjadi ruang penting untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan.
“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa supaya menjadi sebuah momen di mana toleransi di Kota Semarang ini menguatkan seluruh pihak,” katanya.
Menurut Agustina, masyarakat akan melihat simbol-simbol budaya yang saling hadir berdampingan dalam rangkaian tradisi kota.
“Nanti akan kita lihat ada simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadhan,” jelasnya.
Kota Semarang memang memiliki tradisi besar yang selalu dinantikan warganya. Dalam perayaan Imlek, kawasan Sam Poo Kong menjadi pusat kegiatan budaya melalui agenda Imlek Vaganza yang dijadwalkan berlangsung pada 14 sampai 17 Februari 2026.










