Bagi peserta, sepeda tua bukan sekadar alat transportasi dari masa lalu. Kendaraan klasik tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah, identitas komunitas, serta budaya yang terus dijaga agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Di sisi lain, kegiatan semacam ini menyimpan peluang untuk memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan mendorong mereka untuk mengenal lebih dekat destinasi wisata, mencicipi kuliner lokal, hingga berbelanja produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Agustina pun mengajak seluruh peserta untuk menikmati keramahan Kota Semarang sekaligus mendukung usaha masyarakat setempat selama berada di ibu kota Jawa Tengah tersebut.
“Kami berharap Bapak dan Ibu peserta JONS bisa menikmati Kota Semarang, mengunjungi destinasi wisatanya, dan mampir berbelanja di UMKM kami.












