Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Sebanyak 90 atlet putra bersaing menunjukkan kemampuan teknik, strategi permainan, serta ketahanan fisik selama dua hari pelaksanaan seleksi.
Dari jumlah tersebut, tim pelatih akhirnya mengerucutkan menjadi 29 atlet terbaik.
Sementara di sektor putri, dari 75 atlet yang mengikuti seleksi, terpilih 29 atlet yang dinilai memiliki kualitas teknik dan mental bertanding untuk bersaing di level provinsi.
Manajer Tim Pelatih Softball Kota Semarang, Purnomo, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan dengan standar tinggi.
Sebagai tuan rumah Porprov, Semarang menargetkan prestasi maksimal sehingga hanya atlet dengan kesiapan fisik, teknik, dan mental terbaik yang dinyatakan lolos.
“Kami mencari komposisi tim yang paling solid. Bibit-bibit dari Kejurkot SMA kemarin sangat potensial, tapi untuk level Porprov—apalagi kita main di kandang sendiri Juli nanti, standarnya harus lebih tinggi,” ujar Purnomo usai menutup jalannya seleksi, belum lama ini.












