Data dan kesiapan toko digital tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui proses kurasi untuk mengidentifikasi produk yang berpotensi ditampilkan pada landing page khusus UMKM Sumatera di platform marketplace, sesuai dengan kriteria dan mekanisme yang berlaku.
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya menegaskan bahwa pemulihan usaha mikro pascabencana tidak cukup hanya dengan mengembalikan aktivitas produksi.
Pengusaha mikro juga membutuhkan dukungan untuk memperkenalkan kembali produknya kepada konsumen dan membuka akses pasar yang lebih luas.
“Pemulihan usaha mikro pascabencana bukan hanya tentang bagaimana usaha kembali berproduksi, tetapi juga bagaimana produk kembali dikenal konsumen dan akses pasarnya dapat dibuka seluas-luasnya,” tegasnya.
“Karena itu, penguatan pemasaran dan digitalisasi menjadi bagian penting agar usaha mikro dapat bangkit dan kembali berkembang,” lanjutnya.












