“Alhamdulillah, Kota Semarang tahun 2026 mendapatkan UHC Award kategori Madya karena jumlah keaktifan peserta sudah di atas 85 persen. Harapannya, dari tahun ke tahun bisa terus meningkat hingga mencapai 100 persen keaktifan penduduk Kota Semarang,” ujar Hakam.
Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang akan terus mendorong peningkatan keaktifan kepesertaan melalui penguatan peran pemerintah daerah, peserta mandiri, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan sektor lainnya.
Hal senada disampaikan dr. Sari Quratul Ainy, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Semarang. Ia menyebutkan bahwa secara cakupan, kepesertaan JKN di Kota Semarang telah menjangkau 100 persen penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta berada di atas 80 persen.
“Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan keseriusan dalam menyukseskan program JKN, termasuk keberpihakan dalam penganggaran. Untuk Kota Semarang, capaian ini menunjukkan koordinasi yang sangat baik antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Sari.












