Selain pengangkutan, untuk menjamin lahan tersebut tidak mengalami penumpukan sampah lagi, Wali Kota Semarang telah menyiapkan skema sterilisasi lahan melalui pemagaran dan penghijauan kembali.
Area tersebut akan diproteksi agar tidak dimanfaatkan sebagai titik pembuangan liar.
“Untuk pengamanan, kami akan memasang pagar. Tidak hanya itu, DLH dan Disperkim nantinya akan menanam tanaman keras di lokasi tersebut,” jelasnya.
“Kalau sudah dipagari dan ditanami, otomatis tidak boleh ada lagi penumpukan sampah di titik itu. Pak Camat juga akan memasang CCTV untuk memantau aktivitas di sana secara real-time,” imbuhnya.
Sebagai solusi, Agustina telah menyiapkan skema ritasi yang lebih disiplin dengan dukungan infrastruktur yang lebih kuat.
Kapasitas kontainer di lokasi akan ditambah untuk memastikan semua sampah terakomodasi tanpa harus meluber ke tanah.












