Wali Kota Semarang bahkan meminta untuk melihat langsung proses pengujian tersebut.
“Bukan saya suudzon, bahwa bus-nya tidak datang tetapi suratnya keluar. Saya ingin melihat sendiri bagaimana bus itu diuji dengan sebenar-benarnya karena ini untuk keselamatan penumpang,” katanya.
Karena kontrak baru akan berjalan mulai Januari, Pemkot Semarang memberikan waktu kepada pihak operator untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan armada.
Dirinya meminta agar seluruh proses uji armada rampung sebelum 1 Januari.
“Kalau ada apa-apa, misalnya tidak lolos, silakan diperbaiki dulu. Ke dua tidak lolos, silakan diperbaiki. Ke tiga tidak lolos, ya sudah, kalian harus ganti bus ini. Bus yang ini tidak boleh jalan, bus ini boleh jalan. Seperti itulah,” ujarnya.***
Sumber : Humas Pemkot Semarang












