Ia berharap rangkaian perayaan Imlek, khususnya Pasar Imlek Semawis, dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan kuliner di Kota Semarang. Beragam sajian kuliner khas, mulai dari masakan lokal hingga hidangan khas Tionghoa, akan meramaikan kawasan Pecinan.
“Harapannya Pasar Imlek Semawis menjadi salah satu tujuan wisata kuliner unggulan di Semarang dan dipadati pengunjung,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua KOPI Semawis, Harjanto Kusuma Halim, menjelaskan bahwa tradisi Ketuk Pintu bermakna “kulo nuwun” atau permohonan izin kepada leluhur dan semesta sebelum memulai perayaan besar.
“Ini bukan sekadar seremonial. Ini bentuk penghormatan dan permohonan doa restu dari sembilan klenteng di kawasan Pecinan. Keberagaman di Semarang bukan untuk dipamerkan, tapi dijalani dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam rangkaian acara tersebut, panitia juga membagikan air suci dari lima klenteng kepada masyarakat sebagai simbol doa, perlindungan, dan harapan baik. Pengunjung turut disuguhi kuliner khas Muslim Tiongkok dari wilayah Xinjiang yang masih jarang dikenal luas di Indonesia.












