Ia harus puas menempati posisi ketiga setelah kalah bersaing dengan lifter dari Surakarta dan Pati.
Meski belum berhasil meraih medali emas, Yunensi tetap bersyukur atas pencapaiannya. Terlebih, kelas yang diikutinya dalam Porprov Jateng 2026 masih terbilang baru baginya.
“Ini kelas baru, jadi masih agak canggung. Kalau angkatan terbaik sebenarnya 68 kilogram untuk snatch dan 86 kilogram clean and jerk,” kata Yunensi.
Bagi Yunensi, medali perunggu tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Prestasi itu turut melengkapi catatan sejarah keluarga yang selama ini sama-sama menekuni olahraga angkat besi.
“Kalau tampil bareng sudah sering, tapi kalau sama-sama meraih medali ya baru kali ini. Bangga tentunya,” ujarnya.
Darah Atlet Mengalir dari Sang Ayah
Kecintaan terhadap olahraga telah tumbuh di lingkungan keluarga Sugeng dan Kasmirah. Bakat tersebut tidak lepas dari peran Sugeng, sang ayah, yang merupakan mantan atlet binaraga.












