“Kami memahami kesulitan air bersih yang dihadapi masyarakat Desa Ngrombo. Kami berharap, bantuan toren dan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Supari.
Sebelum mendapatkan bantuan, warga setempat mengandalkan kolam terpal sebagai tempat penampungan air sementara.
Dengan adanya dua toren berkapasitas masing-masing 10.000 liter, masyarakat kini memiliki sarana penampungan air yang lebih memadai.
Camat Tangen, Supriyadi, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Semarang dan keluarga alumni SMA Negeri 2 Sragen atas bantuan tersebut.
Menurutnya, masyarakat di wilayah Tangen telah mengalami kekeringan selama hampir tiga bulan tanpa hujan sehingga kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang cukup berat bagi warga.
“Terima kasih kepada Universitas Semarang atas bantuan air dan toren yang diberikan. Bagi kami dan warga, bantuan ini sangat-sangat bermanfaat,” ungkap Supriyadi.












