Agustina mengapresiasi langkah Aruna Academy yang menghadirkan sistem pembinaan terstruktur melalui akademi dan kompetisi.
Menurutnya, pendekatan ini dapat menjadi jembatan bagi talenta muda yang selama ini berkembang melalui inisiatif komunitas.
Ia mencontohkan, banyak pembinaan sepak bola di tingkat akar rumput di Semarang tumbuh secara mandiri, termasuk di kawasan permukiman seperti Rusunawa Kudu, di mana anak-anak dilatih secara swadaya oleh para pembina lokal.
“Kehadiran kompetisi dan akademi profesional ini harus menjadi pintu keluar agar pembinaan yang sudah berjalan memiliki arah prestasi yang jelas,” tegasnya.
Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, akan terus membuka ruang kompetisi yang sehat dan inklusif agar talenta muda dari berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Selain aspek prestasi, Agustina juga menyoroti potensi sepak bola sebagai industri yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.












