Selain pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai nilai historis dan filosofis yang terkandung dalam benda-benda pusaka tersebut, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor UMKM.
“Dari segi edukasi, kami ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat, terutama generasi muda, mengenai sejarah, filosofi, dan seni di balik benda-benda pusaka.
Sedangkan dari segi ekonomi, kami mendorong transaksi dan memperluas jaringan pasar bagi para pedagang UMKM, pengrajin, dan kolektor batu,” jelasnya.
Ahmad Muhaimin juga menyoroti kekayaan sumber daya alam Indonesia, khususnya batu mulia yang memiliki kualitas tinggi dan beragam jenis.
Ia menyebut sejumlah batu nusantara yang telah dikenal luas, seperti batu Garut, Bacan, Fokay, Cempaka, Anggur, Kinyang, Chalcedony, Amethys atau Kecubung, Sisik Naga, Kalimaya, Pandan, Baturaja, Idocrase, Klawing, hingga Nabire.












