Bagi Agustina, pola tersebut menjadi kunci agar desa wisata tidak hanya menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
“Desa wisata itu tumbuh dari warganya sendiri. Ketika dikembangkan secara bottom-up, masyarakat dan komunitasnya yang membangun secara spesifik. Desa wisata akan jauh lebih hidup, memiliki jiwa, dan dampaknya terasa langsung pada perekonomian warga lokal,” ujar Agustina.
Semangat menghidupkan kawasan juga terlihat dari keterlibatan generasi muda. Salah satunya melalui Mural Fest 2026, sebuah kompetisi untuk mempercantik jalan inspeksi dan gang-gang di kawasan Pecinan yang diikuti pelajar dan mahasiswa dengan dukungan Mowilex.
Bagi Agustina, kehadiran anak muda memberikan warna tersendiri bagi kawasan bersejarah tersebut.
Seni visual menjadi salah satu cara generasi muda mengenal sekaligus ikut merawat warisan budaya yang ada di lingkungannya.












