Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pendampingan dan praktik langsung mengolah lidah buaya menjadi sejumlah produk, mulai dari minuman segar, masker rambut, hingga pelembap kulit atau moisturizer.
“Lidah buaya sangat mudah ditemukan di pekarangan warga dan di taman desa, tetapi sering kali hanya dijadikan tanaman hias. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahan sederhana ini bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi perawatan sehari-hari,” ujar Wahyu.
Kegiatan tersebut didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USM, Fitria Maya Lestari, S.T., M.T. Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal.
Menurutnya, kegiatan itu diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif berbasis bahan baku yang mudah diperoleh.












