Hal tersebut dilakukan untuk antisipasi apabila terjadi laka yang membutuhkan penanganan SAR.
Selain itu juga dilakukan patroli di area-area wisata yang bila masyarakat lalai bisa menimbulkan kecelakaan seperti di wisata air.
Basarnas Semarang juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak khususnya penyelenggara transportasi umum seperti di Bandara, Pelabuhan, Terminal maupun stasiun Kereta Api.
Hal ini untuk antisipasi dan juga aksi cepat apabila terjadi kecelakaan transportasi umum yang membutuhkan penanganan SAR.
Disamping siaga SAR khusus untuk Nataru, Basarnas Semarang juga masih bersiaga baik personil maupun peralatan SAR untuk antisipasi bencana hidro meteorologi mengingat puncak musim penghujan berada di bulan Desember Januari.
“Kami menyiagakan personil yang berkompeten serta alut SAR yang ready 24 jam,” jelasnya.
“Kami harap dengan kehadiran personil kami, baik masyarakat yang akan melaksanakan perayaan Natal di kampung halaman, maupun yang hendak liburan merasa nyaman dan aman apalagi saat ini masih masuk puncak musim penghujan” lanjut Budiono.












