Menurut Agustina, kemeriahan MTQ tidak hanya lahir dari berbagai agenda yang digelar, tetapi juga dari sambutan hangat masyarakat Kota Semarang kepada para kafilah dan tamu yang datang dari berbagai daerah.
Keramahan warga, menurutnya, menjadi salah satu bagian penting yang membuat penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI meninggalkan kesan tersendiri.
Apresiasi juga diberikan kepada panitia, aparat keamanan, relawan, komunitas, serta seluruh pihak yang bekerja di balik layar untuk memastikan berbagai agenda berjalan aman dan lancar hingga malam penutupan.
Salah satu momen yang turut menjadi bagian dari kemeriahan MTQ adalah pemecahan rekor MURI melalui kegiatan menyanyikan Mars MTQ secara serentak.
Sebanyak 288.219 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kalangan siswa, guru, pengajar hingga aparatur sipil negara (ASN).












