Ia juga menilai stabilitas tersebut berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan di Kota Semarang. Meski laju penurunannya belum secepat daerah lain, tren penurunan tetap terjadi dan patut diapresiasi.
“Secara umum saya melihat tren positif ini sebagai satu hal yang bisa diapresiasi,” terang dosen Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undip itu.
Menurutnya, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah respons cepat Pemkot Semarang dalam menangani persoalan infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang masif dilakukan dalam setahun terakhir.
Program bantuan operasional RT cukup jenius mendorong belanja masyarakat, sehingga roda ekonomi tetap berputar. Namun demikian, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi tetap berasal dari peran aktif masyarakat.
“Kebijakan dan langkah-langkah pemerintah itu positif,” katanya.












