Ia menegaskan, kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi pondasi penting dalam menjaga Semarang sebagai kota yang inklusif dan harmonis.
Pada tahun ini, Pasar Imlek Semawis mengusung tema “Kuda Datang, Sukses Menjelang”, seiring perayaan Imlek yang memasuki shio Kuda Api.
Kegiatan akan berlangsung pada 13–15 Februari 2026 di ruas Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur, Kawasan Pecinan Semarang.
Ketua Komunitas Pecinan untuk Pariwisata (KOPI) Semawis, Harjanto Halim, menegaskan bahwa sejak awal Pasar Imlek Semawis dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Ia menekankan bahwa keberagaman di Semarang telah menjadi bagian dari keseharian warga.
“Bunga mawar itu tidak perlu dipuji, keluarnya merah dan wangi. Keberagaman itu, ya kayak bunga, dia mau dipuji, mau nggak, ya tetap mekar. Saya berharap Kota Semarang juga begitu. Tanpa harus dipuji, tanpa harus ditonton, keberagaman itu sudah menjadi perilaku sehari-hari,” kata Harjanto.












