Ia juga menegaskan komitmen USM dalam menjaga mutu pendidikan. Universitas Semarang berada di bawah naungan Yayasan Alumni Diponegoro yang melibatkan para mantan Rektor Universitas Diponegoro sebagai dewan penasihat.
“Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas pendidikan di USM agar tetap terstandar dan memiliki kedekatan historis dengan Universitas Diponegoro,” jelasnya.
Sementara itu, Khoirul Hadziq menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menilai program Pascasarjana USM relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai di lingkungan Bea Cukai.
“Program yang ditawarkan sangat sejalan dengan regulasi pengembangan pendidikan karyawan kami, baik dari sisi lokasi kampus, jadwal perkuliahan, hingga metode pembelajaran,” ungkapnya.
Ia berharap, para pegawai dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan kapasitas akademik melalui studi lanjut.












