Terlepas dari hasil yang diperoleh, ia menilai pencapaian dua medali tersebut tetap patut disyukuri. Terlebih, persiapan kontingen balap motor Kota Semarang dilakukan dengan keterbatasan anggaran.
“Dengan bujet yang minim tapi bisa juara, ini menjadi pengalaman untuk berjuang lebih mati-matian lagi ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, pebalap Nanda Muhammad Fahrudin menjadi salah satu penyumbang medali bagi Kota Semarang. Turun di dua nomor, yakni Bebek Tune Up 150cc Perorangan dan Beregu, Nanda berhasil mempersembahkan satu perak dan satu perunggu.
Medali perak diraih pada nomor perorangan, sedangkan medali perunggu diperoleh melalui nomor beregu bersama Reyhan Aqhsal Prihadnala Mahendra.
Nanda mengaku bersyukur dengan hasil yang diperoleh. Menurutnya, strategi balapan yang diterapkan sejak awal adalah menjaga ritme, kondisi ban, serta stamina agar mampu menyelesaikan seluruh putaran dengan maksimal.












