Ia menambahkan, peremajaan pompa serupa juga dilakukan di Rumah Pompa Sringin.
Dari lima unit pompa, empat telah selesai diganti, dan satu lainnya ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada November 2025,” katanya.
Selain itu, Pemkot Semarang juga mempercepat proses pengerukan sedimen di kolam retensi Muktiharjo yang dijadwalkan dilakukan secara swakelola pada tahun 2026.
Langkah ini untuk memastikan daya tampung air tetap optimal selama musim hujan.
“Di Muktiharjo nanti kami lakukan pengerukan sedimen agar kapasitas retensi tidak berkurang. Ini bagian dari strategi jangka panjang kami dalam menjaga sistem pengendalian banjir,” ungkapnya.
Lebih lanjut, DPU Kota Semarang juga tengah menyiapkan peremajaan pompa di Rumah Pompa Waru dan Muktiharjo Kidul.
Beberapa unit pompa lama yang sempat rusak kini sudah berfungsi kembali, namun tetap akan diganti agar lebih andal.












