“Pelaku UMKM ini harus dibantu, caranya bagaimana harus dibeli agar mereka bisa berdaya,” bebernya.
Dengan rakor tersebut, lanjut Agustina bakal ada kajian dari akademisi yang nantinya akan digunakan Pemkot Semarang sebagai langkah kebijakan.
Dirinya menyebut Kecamatan Semarang Utara, merupakan salah satu kecamatan dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi.
“Akademisi bisa bikin kajian, ini harus ditangkap dan dipakai. Faktor kemiskinan ini, adalah ekonomi yang tidak bisa mengalami pertumbuhan,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa menjelaskan faktor kemiskinan yang ada di Semarang dikarenakan rendahnya daya dukung wilayah.
Sebut saja wilayah Semarang Utara dan Gayamsari yang merupakan kantong kemiskinan, lantaran kerap terjadi genangan.
“Kita lakukan intervensi, ada 13 program seperti kependudukan, aspek sanitasi, tempat tinggal, permodalan, infastruktur lingkungan, ini harus dipenuhi agar mereka bisa berdaya,” ujarnya.












