Penguatan intervensi preventif terus dilakukan agar anak tidak masuk ke fase stunting, melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta penguatan peran keluarga dan lingkungan.
Di sisi lain, capaian penting juga ditorehkan dalam penguatan perlindungan kesehatan masyarakat.
Hingga Desember 2025, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Semarang telah mencapai 100 persen, yang berarti seluruh penduduk Kota Semarang telah terjangkau dalam sistem jaminan kesehatan.
Capaian ini menegaskan komitmen Pemkot Kota Semarang untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan.
Menanggapi capaian tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa penguatan sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.
“Menjaga kesehatan warga adalah fondasi utama pembangunan Kota Semarang. Upaya pengendalian stunting dan terwujudnya UHC 100 persen menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan kami diarahkan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama sejak usia dini,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.












