Agustina menambahkan, Pemerintah Kota Semarang terus memastikan agar kebijakan kesehatan tidak berhenti pada angka, tetapi benar – benar hadir dalam kehidupan sehari – hari warga.
Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta jaminan kesehatan yang inklusif menjadi bagian dari kerja berkelanjutan pemerintah daerah.
“Kami memastikan layanan kesehatan, pencegahan, dan perlindungan jaminan kesehatan berjalan beriringan. Tujuannya jelas, agar setiap warga Kota Semarang memiliki kesempatan tumbuh sehat dan hidup lebih produktif,” jelasnya.
Capaian pengendalian stunting dan terwujudnya UHC 100 persen ini sejalan dengan prioritas pembangunan sektor kesehatan Kota Semarang yang menitikberatkan pada pencegahan, pemerataan layanan, dan perlindungan sosial.
Pemerintah Kota Semarang optimistis, dengan fondasi kesehatan yang kuat, kualitas sumber daya manusia Kota Semarang dapat terus meningkat secara berkelanjutan.***












