“Setidaknya, meski belum bisa ekspor tapi kita bisa menghasilkan produk berkualitas ekspor. (Meningkatkan) kualitas dulu, belajar dulu,” lanjut Agustina.
Ia menyampaikan bahwa Kota Semarang saat ini fokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berbasis kekuatan lokal.
Menurutnya, produk craft bukan sekadar barang dagangan, melainkan pertemuan antara budaya, identitas kota, dan keterampilan masyarakat.
“Terima kasih atas perhatian Dekranasda. Dekranasda itu isinya para pengusaha yang memiliki komitmen untuk meningkatkan derajat ekonomi dan kehidupan pengrajin UMKM,” kata Agustina.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk jajaran Kepala OPD, pengurus Dekranasda, perwakilan UMKM, asosiasi usaha, serta pihak Bank Indonesia dan BUMD.
Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kota Semarang optimis produk kreatif warga lokal dapat merambah pasar dunia dengan identitas dan tanggung jawab lingkungan yang kuat.












