“Secara tata ruang memang ada kekeliruan yang harus diakui. Kemiringan jalan di sana menurut saya tidak ideal untuk kendaraan berat,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026.
Ia menjelaskan, jalur Silayur merupakan akses vital bagi aktivitas industri di wilayah tersebut. Karena itu, penanganan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan komprehensif dan kolaboratif.
Pemkot, lanjutnya, terus mendorong koordinasi intensif agar kendaraan berat dapat beroperasi sesuai aturan yang berlaku.
Ia juga menekankan bahwa risiko kecelakaan meningkat ketika kendaraan bermuatan besar melintasi jalur dengan kemiringan tinggi.
“Koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan terus dilakukan untuk penertiban. Kendaraan berat di jalur itu berpotensi meluncur dan membahayakan,” tegasnya.
Terkait perbaikan infrastruktur, Agustina mengakui bahwa pembenahan secara menyeluruh membutuhkan anggaran yang besar.












