Menurut Adi, masuknya investor dan tenaga kerja asing, terutama dari China, mendorong pentingnya penguasaan dua arah bahasa. Di satu sisi, tenaga kerja asing membutuhkan kemampuan Bahasa Indonesia melalui program BIPA. Di sisi lain, masyarakat lokal dituntut untuk menguasai Bahasa Mandarin guna meningkatkan daya saing.
Selain menjajaki kerja sama, USM LCC juga terus memperkuat layanan akademiknya. Salah satunya dengan kembali menggelar tes TOEFL ITP pada 29 April 2026, sebagai bagian dari kerja sama dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF).
Tes TOEFL ITP sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam dunia akademik dan profesional, mulai dari syarat kelulusan, pengajuan beasiswa seperti LPDP, hingga kebutuhan rekrutmen di instansi pemerintah dan BUMN.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, USM LCC menegaskan komitmennya untuk terus memperluas sinergi, baik dengan mitra industri maupun lembaga pendidikan, guna mendukung kemajuan institusi dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di era global.












