Meski berusaha mengejar dan memperkecil selisih angka, pertandingan akhirnya dimenangkan Purbalingga dengan skor 13-11.
Hananto menilai hasil tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah bagi tim, terutama dalam menjaga konsistensi permainan sejak awal hingga akhir pertandingan.
Menurutnya, kesiapan atlet sebelum memasuki lapangan menjadi faktor penting. Kondisi fisik yang belum sepenuhnya siap dapat memengaruhi performa dan menyulitkan atlet ketika harus mengejar ketertinggalan.
“Harusnya memang kita sudah siap di lapangan, tubuhnya sudah siap. Kemudian di permainan pun lebih enak. Cuma tadi sempat tertinggal, mencoba mengejar, tetapi tetap di pertandingan pertama dan pertandingan kedua kalah,” jelasnya.
Hasil Nomor Shooting Belum Sesuai Target
Evaluasi lainnya datang dari nomor shooting man dan shooting woman. Pada race pertama, atlet putra mencatatkan skor 24, sedangkan atlet putri memperoleh 22.












