“Busana hitam putih yang dikenakan hari ini adalah penegasan sikap bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan anggaran, kita memilih jalan putih yaitu jalan yang bersih dan jujur,” jelasnya.
“Kita menjauhi hitam dengan setiap bentuk penyimpangan, serta tidak memberi ruang bagi grey area atau area abu-abu, area kebimbangan dalam integritas,” imbuhnya.
Kegiatan ini menjadi krusial karena melibatkan para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) selaku ujung tombak eksekusi program.
Wali Kota Semarang menyebutkan penandatanganan pakta integritas ini sebagai kontrak moral yang mendalam, melampaui sekadar urusan administratif.
“Pakta integritas yang pagi ini kita baca bersama adalah kontrak moral sekaligus kontrak kinerja. Kontrak antara ASN dengan negara, dengan masyarakat, dan dengan hati nurani masing-masing,” ungkapnya.












