Dalam beberapa kasus, kontainer justru tidak terisi penuh, tetapi sampah sudah berserakan di sekitarnya. Hal ini terjadi karena petugas dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) juga tidak beroperasi secara penuh selama Lebaran.
Kondisi tersebut membuat proses normalisasi membutuhkan waktu. Petugas harus terlebih dahulu memindahkan sampah dari luar TPS ke dalam kontainer sebelum diangkut ke truk.
“Untuk kembali normal, dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari setelah Lebaran hari kedua,” ujarnya.
Setelah masa Lebaran, volume sampah berangsur stabil di kisaran 900 hingga 1.000 ton per hari. Glory menilai lonjakan sampah tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas rumah tangga menjelang Lebaran. Sementara itu, sampah dari fasilitas umum relatif stabil, kecuali di titik-titik transportasi seperti stasiun dan terminal yang memang ramai aktivitas saat mudik dan arus balik lebaran.












