Menurut Agustina, respons cepat masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan awal bencana.
Warga bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) langsung bergerak melakukan evakuasi dan pemetaan kebutuhan di lapangan.
“Solidaritas warga sangat luar biasa. Saat kami tiba di lokasi, proses gotong royong sudah berjalan, dan bantuan darurat mulai didistribusikan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Semarang telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, terpal, hingga tempat tidur sementara. Selain itu, bantuan tunai juga diberikan untuk meringankan beban warga terdampak.
Untuk penanganan jangka menengah, rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat akan segera diusulkan masuk dalam program RTLH.
Pemerintah berharap proses verifikasi dan survei dapat dilakukan dalam waktu singkat agar perbaikan bisa segera direalisasikan.












