Selain tantangan global, katanya, mahasiswa juga dihadapkan pada persoalan personal seperti distraksi digital, kesenjangan literasi teknologi, hingga tekanan mental akibat tuntutan zaman.
Oleh karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki mental yang kuat, daya saing, serta kemampuan berpikir kritis agar tetap relevan di tengah perubahan yang cepat.
”Sebagai langkah konkret, Universitas Semarang memperkuat pembinaan karakter mahasiswa dengan mengintegrasikan nilai etika, integritas, dan tanggung jawab ke dalam kurikulum serta aktivitas pembelajaran,” jelasnya.
“Kampus juga menegakkan disiplin akademik, budaya riset yang jujur, dan kebijakan anti plagiarisme sebagai fondasi pembentukan karakter,” imbuhnya.
Di luar kegiatan akademik, lanjutnya, USM menyediakan berbagai wadah pengembangan diri melalui organisasi kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa, forum diskusi, dan komunitas kreatif untuk melatih kepemimpinan, kolaborasi, serta empati mahasiswa.












