Sementara bagi dosen, Akreditasi Unggul membuka peluang lebih luas untuk memperoleh hibah penelitian, kerja sama akademik, hingga kolaborasi internasional.
Adapun bagi USM, capaian tersebut meningkatkan kredibilitas di mata masyarakat dan industri, yang berdampak pada meningkatnya minat calon mahasiswa.
Haslina menegaskan bahwa pencapaian Akreditasi Unggul bukan hasil kerja individu, melainkan buah kerja bersama seluruh elemen kampus.
“Akreditasi Unggul ini hasil kerja semua pihak. Mulai dari pendiri USM, para rektor sebelumnya, dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga mahasiswa. Bahkan masyarakat dan mitra kerja sama USM juga memiliki peran dalam pencapaian ini,” pungkasnya.***(bgy)












