SEMARANG, (Repronews.id) – Warga Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, menghidupkan kembali tradisi leluhur yang telah lama terhenti melalui penyelenggaraan sedekah bumi dan pagelaran wayang kulit.
Kegiatan ini akan digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026, di wilayah RW IV Silayur Lawas Duwet, Kelurahan Bringin.
Revitalisasi tradisi tersebut menjadi bentuk ikhtiar masyarakat dalam memohon keselamatan, khususnya bagi kawasan Silayur yang selama ini dikenal rawan kecelakaan lalu lintas dan kerap dijuluki sebagai “jalur tengkorak”.
Perwakilan panitia, Awaluddin, S.Sos, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan memiliki makna spiritual yang kuat bagi masyarakat setempat.
“Ini adalah bentuk doa bersama sekaligus upaya melestarikan tradisi. Kami berharap wilayah Silayur yang dikenal rawan kecelakaan bisa menjadi lebih aman,” ujarnya, Jumat, 10 April 2026.












